JUMAT, 2 Safar 1448 H / 17 Juli 2026 M
Oleh Muhammad Ode Wahyu, S.Pd., S.H.

Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

أَيُّهَا النَّاسُ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Piala dunia ataupun pertandingan sepak bola lainnya, hanyalah merupakan olah raga hiburan yang boleh saja dinonton. Karena ia hanyalah perkara hiburan, maka ia layaknya hiburan lainnya yang tidak boleh disikapi secara berlebih-lebihan.

Euforia piala dunia tiap empat tahunnya seringkali membuat kaum muslimin lalai bahkan melakukan perkara-perkara mungkar yang tidak sepatutnya dilakukan. Beberapa perbuatan itu antara lain yaitu; Meninggalkan salat karena alasan menonton bola yang lagi seru-serunya

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Salat merupakan ibadah yang sangat penting bagi seorang muslim. Ia adalah tiang agama. Perihalnya sebagai tiang agama, menjadikan ia sebagai sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan bahkan karena sakit sekalipun.

Olehnya, ketika Nabi ﷺ dipenghujung hayatnya sekalipun, saat sakit begitu keras mendera dirinya, hingga kepalanya dibalut perban karena kerasnya sakit tersebut, beliau tetap datang melaksanakan salat berjamaah mengimami manusia melaksanakan salat, meskipun beliau dipapah untuk ke masjid dan salat dengan cara duduk.

Salat adalah kebutuhan seorang muslim, bukan sekedar ibadah baginya. Karena disembah, merupakan hak Allah ﷻ. Dan, untuk lepas dari adzab Allah, seorang muslim haruslah menjalankan kewajiban yang menjadi kebutuhan dirinya agar tidak mendapatkan adzab itu, yaitu melaksanakan salat.

Sungguh, saat ini sebagian kaum muslimin berada dalam kondisi iman yang sangat memprihatinkan. Bagaimana bisa menyaksikan piala dunia dapat menggeser sesuatu yang paling penting dalam hidupnya, sehingga ia meninggalkan salatnya demi menonton piala dunia yang sama sekali tidak menambah iman sedikitpun??!!

Sungguh celaka mereka yang meninggalkan salat karena lebih ingin menonton sepak bola. Ia menjual akhiratnya dengan perkara dunia yang sangat rendah.

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah –rahimahullah- berkata:

كَيْفَ يَكُونُ عَاقِلًا مَنْ بَاعَ الجَنةَ بمِاَ فِيهَا بِشَهْوَةِ سَاعَةٍ !

Artinya: “Bagaimana mungkin dapat dikatakan berakal seorang yang menjual kenikmatan surga dan semua yang ada di dalamnya dengan syahwat yang sesaat saja?” (al-Fawaid: 31).

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ الْعَهْدَ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Artinya: “Sesungguhnya perjanjian antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah salat. Barangsiapa meninggalkan salat maka ia kafir.” (HR. Tirmidzi).

Meninggalkan salat tidak hanya dalam bentuk meninggalkan penegakkannya, tapi juga berkaitan dengan keyakinan. Siapa yang meyakini bahwa menonton sepak bola lebih baik daripada menegakkan salat maka ia kafir, keluar dari Islam.

Lalu apakah gerangan yang membuat sebagian manusia lebih memilih menonton sepak bola daripada melaksanakan salat? Apakah mereka lebih takut tidak menontonnya daripada siksa yang telah Allah siapkan akibat meninggalkan salat?

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Terjemahannya: "Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung." (QS. An-Nur: 31).

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Kemungkran yang kedua yaitu ikut menyiarkan syiar-syiar agama lain lewat Jersey mereka. Sesungguhnya menyiarkan simbol agama merupakan bentuk ibadah dan ketakwaan hati. Dalam Al-Qur'an, Allah -Ta'ala- menegaskan hal itu. Allah -Ta'ala- berfirman:

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Terjemahannya: "Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati." (QS. Al-Hajj: 32).

Oleh karena itu, berdasarkan ayat ini, tidak pantas bagi seorang muslim menyiarkan syiar-syiar agama lain, seperti salib bagi kaum nasrani, atau patung bagi agama hindu budha, sebab ia berkaitan dengan ibadah hati. Ibadah hati itulah yang kemudian menunjukkan bagaimana besarnya pengagungan kita yang semestinya kepada Allah. Jika kita benar-benar mengangungkan Allah, kita tidak akan ridho dengan simbol-simbol kekafiran itu apalagi sampai menyiarkannya. Tapi, jika tidak benar-benar mengagungkan Allah, hal ini akan dianggap biasa saja, bahkan akan mencari beribu alasan untuk membenarkannya.

Padahal, inilah sebab manusia terjatuh dalam kesyirikan, yaitu tidak benar-benar mengagungkan Allah sesuai dengan keagunganNya yang semestinya. Ketika Allah jelaskan larangan berbuat syirik, Allah jelaskan sebab terjadinya kesyirikan itu.

Allah -Ta'ala- berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (65) بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ (66) وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ

Terjemahannya: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu, "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur. Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya." (QS. Az-Zumar: 65-67).

Kita ketahui bahwa sebagian pakaian timnas negara-negara yang ikut dalam even piala dunia yang kemudian dijagokan oleh sebagian kaum muslimin, menyiarkan keyakinan kufur mereka berupa gambar salib, misalnya, yang menunjukkan akidah trinitas. Hal ini tentu bertolak belakang dengan akidah kaum muslimin.

Maka dari itu, tidak pantas seorang muslim yang meyakini keesaan Allah sebagai satu-satunya Ilah yang berhak disembah, ikut serta menyiarkan pakaian suatu negara yang sedang menyiarkan simbol keyakinan mereka yang bertentangan dengan keyakinan muslim, sebab ia bentuk ketaatan dan ketakwaan sebagaimana ayat yang telah disebutkan.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Kemungkaran berikutnya adalah melakukan judi bola.

Inilah kemungkaran yang sering kali terjadi dalam pertandingan sepak bola dikejuaran manapun, yaitu judi taruhan. Sebagian orang bertaruh terkait siapa yang akan menjadi pemenang. Padahal, Islam telah melarang perbuatan judi. Allah ﷻ bahkan menyebut judi itu sebagai perbuatan setan, perbuatan najis yang harus dijauhi.

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Terjemahannya: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan." (Al-Maidah: 90).

Berdasarkan ayat ini, seorang yang beriman terhadap Allah haruslah menjauhkan diri dari segala bentuk perjudian, taruhan sepak bola ataupun bentuk perjudian lainnya. Sebab, ia adalah permainan setan yang menjijikkan, sesuai informasi yang Allah berikan.

Hal yang lebih menyedihkan ialah judi ini saat ini telah merambah pada hampir semua elemen masyarakat, melalui judi online dan judi-judi lainnya. Lebih menyedihkan lagi, negara kita sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam ternyata merupakan negara yang menjadi pengguna aplikasi judi online terbesar di dunia, wallahul musta’an.

Semoga Allah selamatkan kita semua dari buruknya akibat judi ini.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Kemungkaran lain yang terjadi dalam even piala dunia adalah bertengkar hingga tawuran antar pendukung tim sepak bola.

Hal ini merupakan perkara yang sangat menyedihkan. Sebab, orang lain melakukan olah raga dan mereka digaji karenanya, di sini para pendukungnya bertengkar hingga berujung tawuran. Para pesepak bola itu tertawa sedang pendukung timnya di sini bertengkar hingga  berdarah-darah. Mereka mendukung tim itu sementara para pesepakbola itu tidak mengenali mereka. Bahkan, para pesepakbola internasional yang menjadi tim dukungan mereka, tidak mungkin datang menjenguk mereka jika mereka sakit, berbeda dengan tetangganya yang menjadi musuhnya karena beda tim yang didukung. Inilah kenyataan yang sangat memilukan sekaligus memalukan. Semoga semua saudara-saudara kita  dapat sadar dari berbagai kelalaian mereka.  

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Diantara kemungkaran lainnya adalah meninggalkan amanah kerja demi menonton Piala Dunia dan berlebih-lebihan dalam mengagumi seorang pemain bola.

Tentu masih banyak kemungkaran-kemungkaran lainnya ketika tibanya perhelatan akbar Piala Dunia yang tidak bisa kita sebutkan semua.

Oleh karena itu, pertandingan Piala Dunia yang seharusnya hanya sekedar hiburan jangan sampai menjadi petaka yang melalaikan dan membinasakan. Hiburan tetaplah ia sebagai hiburan, bukan menjadi prinsip hidup yang tidak boleh ditinggalkan.

Maka. Agar Piala dunia tidak membinasakan kita, jadikanlah ia sebagai hiburan. Bukan sesuatu yang menjadi pilihan utama hidup kita, yang waktu, tenaga dan pikiran kita curahkan sepenuhnya padanya. Semoga Allah menjaga kita semua. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ.


KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Pada khutbah yang kedua ini, marilah kita kembali merenungkan betapa berharganya waktu dan nikmat iman yang telah Allah anugerahkan. Hiburan duniawi, termasuk pertandingan sepak bola, jangan sampai mengaburkan prioritas hidup kita sebagai seorang muslim yang sedang mengumpulkan bekal menuju akhirat. Jagalah diri dan keluarga kita dari kelalaian, jagalah sholat-sholat kita, dan bentengilah hati dari segala bentuk kemungkaran, kemusyrikan, serta perjudian yang dapat merusak amal ibadah kita. Ingatlah bahwa setiap detik waktu yang kita habiskan kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wata'ala.

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Download PDFnya di https://bit.ly/AgarHiburanTidakMembinasakanKita