JUMAT, 12 Zulhijah 1447 H / 29 Mei 2026 M
Oleh Alif Jumai Rajab, Lc.,
M.Ag.

Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar

 

KHUTBAH PERTAMA

 

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

أَيُّهَا النَّاسُ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Segala puji pada Allah, kita memuji-Nya, meminta pertolongan pada-Nya meminta ampunan pada-Nya. Kami berlindung dari kejelekan diri kami dan kejelekan amal kami. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Siapa yang disesatkan oleh Allah, tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Semoga shalawat tercurah pada Nabi kita Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, keluarga dan sahabat-Nya serta yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Jamaah jumat yang dimuliakan oleh Allah...

Kita baru saja melewati hari raya Iduladha, hari yang penuh pengorbanan, ketundukan, dan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Namun kemuliaan hari-hari tersebut belum selesai. Setelah Iduladha, Allah masih memberikan kepada kita hari-hari yang mulia yang disebut dengan hari tasyrik.

Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Hari-hari ini memiliki keutamaan yang besar dalam Islam. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa hari-hari tersebut bukan hari kesedihan, bukan pula hari menyiksa diri, tetapi hari menikmati nikmat Allah dengan penuh syukur.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ

Artinya: “Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.     (HR. Muslim no. 1141)

Hadits ini menunjukkan indahnya agama Islam. Islam bukan agama yang memerintahkan manusia menyiksa dirinya. Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah, syukur, dan menikmati nikmat Allah dengan cara yang halal. Karena itu para ulama menjelaskan bahwa diharamkan berpuasa pada hari tasyrik kecuali bagi jamaah haji tertentu yang tidak mendapatkan hewan hadyu.

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Hadits ini menjadi dalil haramnya puasa pada hari tasyrik bagi selain jamaah haji yang memiliki uzur tertentu.”

Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah...

Ketika Islam memerintahkan kita makan dan minum pada hari tasyrik, bukan berarti kita tenggelam dalam kelalaian. Karena Rasulullah ﷺ menyebutkan bersama makan dan minum itu satu perkara penting, yaitu:

وَذِكْرِ اللَّهِ

“Dan berdzikir kepada Allah.”

Inilah keseimbangan Islam. Hati tetap hidup bersama Allah walaupun tubuh menikmati nikmat-Nya.

 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

Terjemahnya “Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang berbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203).

Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma menjelaskan bahwa yang dimaksud “hari-hari yang berbilang” adalah hari-hari tasyrik.

Di antara dzikir yang dianjurkan pada hari tasyrik adalah memperbanyak takbir:

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Takbir dikumandangkan setelah shalat-shalat fardu dan di berbagai kesempatan. Karena seorang mukmin tidak hanya mengingat Allah di masjid, tetapi juga di rumah, di pasar, di perjalanan, dan di tengah keluarganya.

Jamaah sekalian yang dimuliakan Allah...

Hari tasyrik juga mengajarkan kita tentang syukur. Betapa banyak manusia yang hidup dalam kelapangan tetapi lupa bersyukur. Nikmat makanan dianggap biasa. Nikmat kesehatan dianggap hal yang pasti. Padahal semuanya adalah karunia Allah.

Allah subhana wa ta’ala berfirman:

فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

Terjemahnya: “Makanlah sebagian darinya dan berikanlah makan kepada orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj: 28)

Ayat ini mengajarkan bahwa ibadah qurban bukan hanya ritual penyembelihan, tetapi juga pendidikan kepedulian sosial.

Karena itu, orang yang benar-benar memahami makna Iduladha dan hari tasyrik akan menjadi pribadi yang dermawan, peduli kepada tetangga, dan tidak melupakan kaum fakir miskin.

Hari ini masih banyak saudara-saudara kita yang kesulitan makan, terlilit utang, kehilangan pekerjaan, bahkan ada yang tidak mampu membeli kebutuhan pokok. Maka jangan sampai daging qurban hanya memenuhi freezer rumah kita, tetapi tidak sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya: “Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ath-Thabrani, dihasankan sebagian ulama)

Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah...

Hari tasyrik juga mengingatkan kita bahwa seorang mukmin harus menghadirkan Allah dalam setiap kenikmatan. Banyak orang mampu menikmati makanan, tetapi sedikit yang mampu menghadirkan rasa syukur.

Lihatlah bagaimana Nabi Ibrahim alaihi salam diuji dengan perintah menyembelih anaknya. Namun setelah ketaatan itu, Allah mengganti kesedihan dengan kebahagiaan dan kemuliaan.

Begitulah sunnatullah. Siapa yang taat kepada Allah, Allah akan memberikan ketenangan dan keberkahan dalam hidupnya.

Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “Hari raya kaum muslimin adalah hari syukur dan dzikir, bukan hari maksiat dan kelalaian.”

Karena itu jangan kotori hari-hari mulia ini dengan dosa, musik yang melalaikan, pamer kemewahan, atau bermalas-malasan dari ibadah.

Isi hari-hari ini dengan; memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, silaturahim, sedekah, membahagiakan keluarga, dan memperkuat ketakwaan kepada Allah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ.

 


KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Hari tasyrik adalah pelajaran besar bahwa seorang muslim harus menjadi hamba yang bersyukur. Syukur bukan hanya ucapan di lisan, tetapi tampak dalam ketaatan dan penggunaan nikmat pada jalan yang diridhai Allah.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Terjemahnya: “Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian.” (QS. Ibrahim: 7).

Sebaliknya, ketika manusia kufur nikmat, lalai dari dzikir, dan tenggelam dalam maksiat, maka keberkahan hidup akan dicabut sedikit demi sedikit.

Betapa banyak orang hartanya banyak tetapi hidupnya gelisah. Makanannya mewah tetapi keluarganya tidak harmonis. Rumahnya besar tetapi hatinya kosong dari dzikir kepada Allah.

Karena itu mari kita jadikan momentum Iduladha dan hari tasyrik ini sebagai sarana memperbaiki diri; memperbaiki shalat, memperbaiki hubungan keluarga, memperbanyak sedekah, menjaga lisan, dan memperbanyak mengingat Allah.

Jangan biarkan setelah musim ibadah berlalu, semangat taat kita ikut berlalu.

Ingatlah, Allah tidak melihat banyaknya harta kita, tetapi melihat ketakwaan dan keikhlasan kita.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang hewan qurban:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Terjemahnya: “Daging-daging dan darahnya itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37).

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang pandai bersyukur, gemar berdzikir, dan istiqamah dalam ketaatan.

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Download PDFnya di https://bit.ly/HariTasyrikDanManifestasiSyukur