WAHDAHMAKASSAR.OR.ID - Daurah Manajemen II Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Makassar yang terlaksana di Aula Hasanuddin LAN Antang dihadiri lebih dari 70 pengurus DPD WI Makassar dan 60 Muslimah Wahdah Daerah (MWD) Makassar. Kegiatan yang berlangsung sehari ini diisi oleh 6 pemateri dari Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah. Salah satunya adalah ustadz Jahada Mangka yang membawakan materi “Tanggung Jawab Dakwah”.


Beliau menjelaskan bahwa banyak diantara kaum muslimin yang salah paham tentang tanggung jawab dakwah. Mereka memahami bahwa dakwah itu hanya tanggung jawab segelintir orang atau kelompok tertentu, yaitu ulama, dai dan penuntut ilmu agama saja. Padahal tanggung jawab dakwah adalah kewajiban bagi setiap kaum muslimin. ”Banyak yang salah paham tentang hal ini padahal Rasulullah bersabda, ‘Sampaikanlah dariku walau satu ayat.’ Ini merupakan perintah bahwa dakwah itu tanggung jawab semua.” ungkapnya.


Ustadz Jahada melanjutkan bahwa menjadi juru dakwah adalah keberuntungan. Beliau membawakan ayat 104 dalam Surat Ali Imran bahwa hendaklah diantara kaum muslimin ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyeru yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Sebab kata beliau, “Allah hanya khususkan orang yang beruntung adalah mereka yang berdakwah, Allah sebutkan ‘Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.’ dalam akhir ayat itu.” Ujarnya.


Anggota Dewan Syuro DPP Wahdah Islamiyah itu menjelaskan bahwa Dakwah akhir zaman ini semakin berat. “Rasulullah bersabda, ‘Islam itu datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing nantinya.’ Keterasingan yang disampaikan Rasulullah itu terjadi sekarang. Ikhwah sekalian. Jika dulu keterasingan itu karena Islam baru, namun sekarang keterasingan itu terjadi karena kejahilan umat Islam sendiri  terhadap ajaran Islam ini.” jelasnya.


Ustadz Jahada mengajak kepada seluruh pengurus untuk memahami dengan baik-baik kewajiban dakwah ini agar nantinya tidak menjadi orang yang merugi jika tidak mengambil bagian di dalamnya. Sebaliknya merasa beruntung dan bahagia karena ikut serta ber-amal jama’i dalam dakwah Islahul Ummah (perbaikan Ummat).