JUMAT, 12 Jumadilawal 1448 H / 23 Oktober 2026 M
Oleh Dr. Muhammad Harsya Bachtiar, Lc., M.A.
Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar
KHUTBAH PERTAMA
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار
أَيُّهَا النَّاسُ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Kehidupan kita di dunia ini adalah kehidupan yang fana (tidak abadi). Kita semua yakin bahwa pada suatu saat nanti kita akan mati dan meninggalkan dunia ini. Hal ini karena kematian adalah sunnatullah yang akan dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa Allah berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
Terjemahnya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.” (QS. Ali 'Imran: 185).
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Ketahuilah bahwa ketika kita mati nanti dan sebelum kita dibangkitkan di hari kiamat, kita akan menjalani kehidupan di satu alam persinggahan yang disebut dengan alam barzakh. Alam barzakh adalah alam yang dimana setiap jiwa yang telah mati akan hidup di dalamnya. Di alam barzakh ada peristiwa-peristiwa yang akan dilalui setiap manusia. Simak satu hadis dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang mengabarkan tentang kehidupan alam barzakh. Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ وَإِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُولَانِ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ لِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَّا الْمُؤْمِنُ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ فَيُقَالُ لَهُ انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنْ النَّارِ قَدْ أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنْ الْجَنَّةِ فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا وَأَمَّا الْمُنَافِقُ وَالْكَافِرُ فَيُقَالُ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ فَيُقَالُ لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ وَيُضْرَبُ بِمَطَارِقَ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ غَيْرَ الثَّقَلَيْنِ"
Artinya: “Sesungguhnya seorang hamba, apabila telah diletakkan di dalam kuburnya, lalu teman-temannya telah berpaling meninggalkannya, dan sungguh ia mendengar suara sandal mereka, maka datanglah kepadanya dua malaikat. Keduanya mendudukkannya, lalu bertanya kepadanya, ‘Apa yang dahulu engkau katakan tentang laki-laki ini, yaitu Muhammad ﷺ? Adapun orang mukmin, ia menjawab, ‘Aku bersaksi bahwa beliau adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Maka dikatakan kepadanya, ‘Lihatlah tempat dudukmu di neraka. Sungguh, Allah telah menggantinya untukmu dengan tempat duduk di surga. Lalu ia melihat kedua tempat tersebut. Adapun orang munafik dan orang kafir, maka dikatakan kepadanya, ‘Apa yang dahulu engkau katakan tentang laki-laki ini yaitu Muhammad ﷺ?’ Ia menjawab, ‘Aku tidak tahu. Dahulu aku hanya mengatakan apa yang dikatakan oleh orang-orang.’ Maka dikatakan kepadanya, ‘Engkau tidak mengetahui dan tidak pula mengikuti (kebenaran).’ Kemudian ia dipukul dengan palu-palu dari besi satu kali pukulan, lalu ia menjerit dengan jeritan yang dapat didengar oleh makhluk yang berada di sekitarnya, kecuali jin dan manusia.” (HR. Bukhari).
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Dari hadis ini kita mendapatkan gambaran kehidupan alam barzakh. Setidaknya ada dua hal yang patut kita renungkan. Yang pertama, adalah tentang pertanyaan Malaikat akan keikutan dan kepatuhan kita kepada risalah yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Dan yang kedua, berkaitan dengan nikmat kubur dan azabnya. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita bisa melewati pertanyaan Malaikat kubur yang kemudian menjadi wasilah bagi kita untuk mendapatkan kenikmatan kubur dan menjauhi azabnya?
Jawabannya adalah dengan satu kata kunci yaitu “takwa”. Ya, itulah bekal terbaik yang kita persiapkan untuk kehidupan barzakh kita dan tentunya kehidupan akhirat kita. Itulah pesan Allah yang agung kepada kita dan seluruh ummat manusia untuk terus membekali diri dengan bekal takwa. Allah berfirman:
وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ
Terjemahnya: Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah: 197).
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Ketakwaan kepada Allah maknanya adalah dengan senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Ketika kita menjalankan segala perintah Allah seperti salat, sedekah, puasa, berhaji, berjihad, membantu dan menolong sesama, maka sejatinya kita sedang bertakwa. Pun demikian ketika kita menjauhi segala perbuatan dosa dan maksiat maka itu juga bagian dari ketakwaan.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Ketakwaan kepada Allah haruslah diupayakan terus menerus di setiap waktu, tempat dan di segala keadaan. Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Artinya: “Bertakwalah kepada Allah subhanahu wa ta’ala di manapun engkau berada. Iringilah kejelekan itu dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapusnya (kejelekan). Dan pergaulilah manusia dengan pergaulan yang baik.” (HR. Tirmidzi).
Satu pertanyaan penting timbul dalam benak kita, kenapa kita harus bertakwa kapan saja dan dimana saja? Jawabannya adalah karena kita tidak pernah tahu kapan ajal datang menjemput kita. Imam As-Syafi’i mengatakan akan hal ini dengan syairnya:
تَزَوَّدْ مِنَ التَّقْوَى فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِي*** إِذَا جَنَّ لَيْلٌ هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِ
Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu…
Jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari
وَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ *** وَكَمْ مِنْ عَلِيْلٍ عَاشَ حِيْناً مِنَ الدَّهْرِ
Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit…
Dan betapa banyak orang yang sakit yang masih bisa hidup beberapa lama
فَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا *** وَقَدْ نُسِجَتْ أَكْفَانُهُ وَهُوَ لاَ يَدْرِيْ
Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari…
Padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar
وَكَمْ مِنْ صِغَارٍ يُرْتَجَى طُوْلُ عُمْرِهِمْ *** وَقَدْ أُدْخِلَتْ أَجْسَامُهُمْ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ
Betapa banyak anak-anak yang diharapkan panjang umur…
Padahal tubuh mereka telah dimasukkan dalam kegelapan kuburan
Terakhir Imam Syafii menutup syairnya dengan mengingatkan kembali bahwa ketakwaan kepada Allah adalah bekal terbaik yang akan menghadirkan rasa aman di kehidupan akhirat (alam barzakh dan setelahnya). Imam Syafi’I mengatakan:
فَدَاوِمْ عَلَى تَقْوَى الِالَهِ فَإِنَّهَا *** أَمَانٌ مِنْ الأَهْوَالِ فِي مَوْقِفِ الحَشْرِ
Maka bertakwalah kau kepada Allah, karena takwa adalah…
Keamanan dari hal yang menakutkan di padang mahsyar.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّهَا زَادُ المُتَّقِينَ وَعُدَّةُ الصَّالِحِينَ.
إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمٌؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Download PDFnya di https://bit.ly/PersiapanMenujuAlamBarzakh

